Ini 4 Tips Membuat Desain Kaos yang Patut Diterapkan Para Desainer Pemula



Desain kaos bukanlah hal yang baru lagi. Pasalnya saat ini banyak bermunculan desain-desain yang menarik dan penuh kreasi. Tentunya mereka yang membuat desain tersebut telah memahami seluk beluk dari desain hingga terciptanya desain yang bernilai jual tinggi.

Namun tidak ada salahnya bagi kalian yang mulai tertarik untuk sekedar mengenal dunia desain dan bisa mencoba untuk mempraktikkannya secara perlahan. Sebenarnya kemampuan seseorang dalam hal desain, tidak sepenuhnya berasal dari bakat melainkan juga bisa dipelajari. Apabila sudah mengetahui dasar-dasar dan memiliki ketelitian maka seseorang bisa saja membuat sebuah desain yang menarik dan bisa memiliki nilai jual.

Membuat Desain Kaos Untuk Pemula

Berikut ada beberapa tips dalam membuat desain kaos untuk pemula, diantaranya :

1. Tentukan konsep awal

Sebuah desain tercipta karena berawal dari adanya konsep yang terencana dengan baik. Untuk itu bagi kamu yang ingin mencoba membuat desain maka sebaiknya menentukan terlebih dahulu konsep yang akan dibuat untuk diterapkan pada pembuatan desain nantinya.

Konsep ini penting karena akan menentukan arah dari pembuatan desain sehingga bisa berjalan dengan teratur dan terkonstruksi. Dengan adanya konsep ini juga akan menentukan bagaimana desain ini akan berbentuk, karena misalnya saja konsep metal tentunya juga akan berbeda dengan konsep lainnya.

Seperti dalam konsep metal, nantinya juga akan mempengaruhi pola yang akan dimasukkan dalam desain termasuk warna yang akan digunakan.

2. Mulailah dengan pola sederhana

Dalam membuat desain kaos, pola juga menjadi peran penting untuk bisa dikatakan desain tersebut menarik atau tidak. Setelah membuat konsep, maka bisa memulainya dengan membuat pola-pola sederhana sesuai dengan konsep yang telah disusun.

3. Mengembangkan pola

Ketika sudah terbentuk pola dasar, maka langkah selanjutnya adalah memberikan sentuhan dan mengembangkan pola sesuai dengan kreasi dan imajinasi yang tentunya tidak melenceng dari konsep yang telah ditentukan.

Dalam hal ini kreativitas dan eksplorasi memanglah diperlukan, namun juga bukan berarti dengan ide yang sebebas-bebasnya malah menjadikan tidak sesuai dengan konsep. Untuk itu, juga diperlukan proporsi pola dan komposisi tiap bagian yang seimbang.

Misalnya saja akan mengembangkan pola dengan konsep hujan. Maka di sini perlu diperhatikan apa saja yang dapat disertakan pada desain tersebut sebagai komponen pendukung dari desain yang berkonsep hujan tersebut. Disini bisa ditambahkan misalnya angin yang bertiup dan membuat daun-daunan ikut beterbangan. Maka bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera.

4. Ukuran desain

Kadang perihal ukuran ini disepelekan oleh orang kebanyakan, namun sebenarnya ini juga menjadi poin penting dalam membuat desain. Hal ini karena ukuran akan menentukan apakah dengan konsep dan pola tersebut sudah sesuai atau belum dengan ukuran yang kita pilih. Jika sudah sesuai maka bisa diterapkan dengan proporsi yang pas.

Selain itu, ukuran ini nanti juga akan disesuaikan dengan model kaos yang akan disablon. Jika desain terlalu kecil ataupun besar juga terlihat aneh pada tampilan kaos yang yang akan dihasilkan.

5. Warna

Warna adalah bagian yang akan menentukan dari menarik atau tidaknya desain. Meskipun desain tersebut memiliki pola dengan tingkat kerumitan yang menarik dan sedemikian rupa, namun jika tidak diimbangi dengan warna yang sesuai dengan pola tersebut tetap saja akan membuat desain tetap terlihat tidak menarik.

Berbagai macam warna yang bisa dikombinasikan, pembuat desain juga sebaiknya mengetahui warna-warna yang sesuai yang bisa digunakan untuk desainnya. Bisa juga menggunakan warna-warna gelap maupun terang sesuai konsep. Misalnya konsep metal yang biasanya identik dengan warna-warna gelap seperti hitam dan masih banyak yang lainnya.

Demikianlah beberapa tips yang bisa diperhatikan dan diterapkan untuk membuat desain kaos bagi pemula. Diharapkan dengan memahaminya nantinya dapat menghasilkan kualitas desain yang tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri melainkan juga bisa memiliki nilai jual dengan berbekal pada ketelitian dan kreativitas. 





Tidak ada komentar